Rabu, 06 Maret 2019

Persyaratan Penting Serta Biaya Menikah Di KUA/Rumah (2019)


Menikah bukanlah hal yang sepele, teruntuk masa depan yang lebih baik. jangan sampai dalam keadaan menikah malah merubah gaya hidup menjadi buruk atau tidak manfaat. baik terhadap keluarga, saudara atau bahkan terhadap pasangan kita sendiri.

Menurut ajaran Agama Islam sendiri hukum nikah adalah sunnah, mendapat pahala bila dilakukan dan tidak dosa jika tidak dilaksanakan. walaupun hukum aslinya demikian, tapi hal ini dapat berubah hukumnya tergantung kondisi sang mempelai.

Persyaratan Penting Serta Biaya Menikah Di KUA/Rumah

Yang pertama, Hukumnya wajib bagi seseorang jika orang tersebut memiliki hasrat yang tinggi, sehingga sulit menahan hawa nafsu. apalagi sudah mampu secara finansial, fisik serta kematangan berkeluarga. jangan sampai ditunda-tunda atau malah sengaja untuk menghabiskan waktu untuk hal yang buruk.

Yang kedua, Sunnah hukumnya bagi seorang muslim yang sudah memenuhi dua syarat berikut:

  • Mempunyai keinginan untuk Menikah
  • Mempunyai bekal yang cukup untuk Menikah
Mampu memberikan nafkah terhadap istrinya nanti, baik nafkah lahir maupun batin. memiliki mahar atau maskawin untuk calon istri.

Yang ketiga, Makruh hukumnya jika tidak memiliki 2 syarat tadi. tidak memiliki keinginan untuk menikah juga belum mempunyai bekal yang cukup untuk memberikan nafkah lahir dan batin.

Yang keempat, Khilaful Aula hukumnya jika memenuhi salah satu syarat yang disebutkan tadi. misalnya seseorang memiliki keinginan untuk menikah akan tetapi belum memiliki bekal yang cukup atau juga sebaliknya. menurut ulama hukum ini menganjurkan untuk ditinggalkan, namun tidak berdasarkan larangan yang jelas. adapula ulama mutaqaddimin menganggap hukum ini sama dengan hukum makruh.

Yang kelima, berubah Haram hukumnya bila belum memiliki kemampuan untuk melaksanakan hak-hak istri. baik hak lahir maupun batin. hal ini ditakutkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika sudah berpegangan pada hukum menikah dalam ajaran islam, dan sangat matang serta siap untuk menikah. kita lanjutkan membahas persyaratan penting serta biaya yang harus dikeluarkan ketika ingin menikah di KUA/di rumah atau tempat lain.

1. Restu Serta Kematangan Untuk Menikah


Tentu kalian harus mendapatkan restu dari kedua belah pihak agar pernikahan berjalan lancar serta hikmat. menjalin dan mempererat tali silaturahmi masing-masing keluarga. ini juga berkaitan dengan persyaratan administratif berupa surat persetujuan; kedua calon mempelai serta surat izin orangtua bagi yang belum berusia 21 tahun.

Menentukan Lokasi untuk melakukan akad nikah merupakan hal yang urgen. jika menikah beda kecamatan atau provinsi atupun kota harus mengurus beberapa surat administratif yang menyangkut hal ini.

2. Mengurus Surat Serta Dokumen Yang Diperlukan


Untuk memenuhi syarat resmi menikah secara negara dan agama. kita memerlukan dokumen atau surat yang menunjang keresmian menikah secara hukum negara, agar pernikahan berjalan dengan baik dan semestinya. berikut dokumen atau surat yang diperlukan serta cara pengurusannya:

A. Mengurus surat pengantar Nikah dari RT/RW setempat untuk memenuhi syarat, nantinya akan dibawa ke desa/kelurahan

B. Mengurus surat-surat dari kelurahan/Desa, sebagai berikut
  • Surat keterangan untuk Menikah atau Model N.1
  • Surat keterangan Asal-Usul atau Model N.2
  • Surat keterangan orang tua atau Model N.4
  • Imunisasi TT1 bagi calon wanita dari rumah sakit/puskesmas

C. Ke kantor KUA dengan membawa persyaratan untuk menikah
, sebagai berikut:
  • Pemberitahuan kehendak Nikah atau Model N.7
  • Surat keterangan yang diperlukan Model N1, N2, dan N4
  • Surat persetujuan calon atau Model N.3
  • Surat izin dari Orang tua/Wali bagi calon yang belum berusia 21 Tahun (N.5)
  • Dipensasi pengadilan agama bagi calon suami/istri yang belum berusia 19/16 tahun
Adapun bagi yang kalangan tertentu, sebagai berikut:
  • Surat keterangan kematian bagi Janda/Duda (N.6)
  • Izin bagi pengadilan agama untuk yang berpoligami
  • Izin pejabat yang berwenang bagi aparat POLRI/TNI
  • Akta caerai atau kutipan buku pendaftaran talak/cerai bagi janda/duda (cerai)
  • Izin menikah dari kedutaan atau kantor perwakilan Negara, bagi warga negara asing

D. Dokumen-Dokumen yang diperlukan
, sebagai berikut

Dokumen-dokumen berikut merupakan syarat administratif, mau tidak mau wajib dipenuhi untuk kelancaran pernikahan. yang mana sebagai berikut:

1. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) bagi masing-masing calon mempelai.

2. Surat pernyataan belum menikah untuk kedua mempelai, diatas materai bernilai minimal Rp.6000.

3. Surat keterangan untuk menikah dari kelurahan/desa setempat, diantaranya Model N.1, N.2, N.4 bagi kedua mempelai.

4. Pas foto 2x3 masing-masing 4 lembar. bagi TNI berpakaian dinas. biasanya diminta background berwarna biru.

5. Bagi duda/janda melampirkan surat talak atau surat cerai dari pengadilan agama. jika duda/janda ditinggal karena meninggal harus ada surat kematian dan surat model N.6 dari keluarahan/desa.

6. Izin atau dispensasi dari penadilan agama
  • Calon lelaki umurnya yang kurang dari 19 tahun
  • Calon wanita umurnya yang kurang dari 16 tahun
  • Laki-Laki yang ingin berpoligami
  • Izin Orang tua (Model N.5) bagi calon yang umurnya kuran dari 21 tahun, baik calon mempelai laki-laki ataupun perempuan

7. Bagi anggota Aparat POLRI/TNI dan sipil harus ada izin kawin dari pejabat atasan atau komandan

8. Bagi calon yang tempat tinggalnya bukan di wilayah yang mana ingin dilangsungkannya pernikahan (wilayah kecamatan) harus ada surat rekomendasi dari KUA setempat

9. Yang ingin melaksanakan pernikahan diluar wilayah kecamatan, domisi KTP harus ada rekomendasi surat nikah dari KUA tempat asal.

10. Untuk calon yang mendaftarkan ke KUA yang ada di kecamatan dimana akan berlangsungnya pernikahan, sekurang-kurangnya 10 hari dari waktu kerja dilangsungkannya pernikahan. apabila lebih dari 10 hari tersebut, harus melampirkan surat dipensasi dari camat setempat.

11. Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) Keturunan, selain syarat-syarat tersebut dalam point 1/10, harus melampirkan foto copy akta kelahiran dan status kewarganegaraan (atau K1)

12. Surat keterangan tidak mampu dari lurah/kades bagi mereka yang tidak mampu

3. Biaya Pernikahan Di KUA/Rumah


berdasarkan aturan PP No.48 tahun 2014 dan PMA no.24 tahun 2014, untuk biaya nikah yaitu gratis dikantor KUA selama jam kerja saja, bagi daerah yang terkena bencana dan bagi orang-orang yang tidak mampu yang diketahui camat.

Untuk diluar dari Kantor KUA, dikenakan biaya sebesar Rp.600.000,-. baik dirumah ataupun mengundang ditempat lain. sebagaimana yang diketahui umum. pastikan penghulu datang tepat waktu agar pernikahan berjalan lancar.




EmoticonEmoticon